Selasa, 19 Agustus 2014

LIVA About








KUNJUNGI WEB NYA

VISSION END MISSION

Label:

Senin, 18 Agustus 2014

Threads

Threads


Threads
Definisi: unit dasar dari penggunaan CPU,thread terdiri dari thread ID, program counter, setregister, dan stack.Thread juga sering disebut Lightweight process.Thread berbagi code section, data section, dan
sumber daya sistem operasi dengan thread lain yang termasuk dalam proses yang sama.Proses tradisional ( Heavyweight process )mempunyai thread tunggal yang berfungsisebagai pengontrol.


 Keuntungan Threads
1.Responsiveness
2.Resource Sharing
3.Economy
4.Utilization of multiprocessor architectures

Keuntungan Thread (1)
Responsiveness : Melakukan multithreading pada aplikasi yang interaktif dapat membuat program terus berjalan meskipun bagian dari program tersebut diblok atau sedang menjalankan operasi yang panjang, karena itu dapat meningkatkan respon kepada user.

Keuntungan Thread (2)
Resource sharing : sebuah aplikasi dapat mempunyai beberapa thread yang berbeda
dalam sebuah alamat memori yang sama karena Thread berbagi memori dan sumber daya dari proses yang memilikinya.

Keuntungan Thread (3)
Economy: karena mahal untuk mengalokasikan memori dan sumber daya untuk pembuatan
proses. Alternatifnya adalah dengan pengunaan thread sebab thread berbagi sumber daya dari proses yang memilikinya oleh sebab itu akan lebih ekonomis untuk embuat
sebuah thread

Keuntungan Thread (4)
Utilization of multiprocessor architectures: keuntungan dari multithreading dapat
meningkat secara drastis dalam arsitektur multiprosesor, dimana setiap thread dapat berjalan secara pararel pada prosesor yang berbeda.

User dan Kernel Threads (1)
User Threads
User threads didukung di atas kernel dan diimplementasikan oleh thread library pada level user. Library mendukung pembuatan thread, penjadwalan, dan manajemen tanpa dukungan dari kernel. Karena kernel tidak menyadari adanya user-level threads maka pembuatan semua thread dan penjadwalan dilakukan di dalam user space tanpa intervensi dari kernel.

User dan Kernel Threads (2)
Kernel Threads
Kernel threads didukung secara langsung dari sistem operasi. Pembuatan thread,
penjadwalan, dan manajemen dilakukan oleh sistem operasi, secara umum kernel threads lebih lambat untuk dibuat dan diatur dibanding user thread.

Multithreading Models
( Many to One Model )
Many to One Model memetakan beberapa user-level threads ke satu kernel threads.

Multithreading Models
( One to One Model )

One to One model memetakan setiap user thread ke kernel thread.Contoh sistem operasi yang mendukung model One-to-One ialah Windows NT dan OS/2.


Multi-threading Models
( Many to Many Model )

Many to many model memetakan banyak userlevelthread ke kernel.Contoh sistem operasi yang mendukung model ini adalah Solaris, IRIX, dan Digital UNIX.



Fork
Bila sebuah thread di program memanggil fork maka ada dua skenario yang bisa terjadi :
   - Semua thread akan diduplikasi.
   - Hanya thread yang memanggil fork yang akan didupliakasi.

Cancellation
* Thread cancellation adalah sebuah tugas untuk memberhentikan thread sebelum       thread tersebut selesai.
* Thread yang akan diberhentikan disebut target thread.
* Dua skenario thread cancellation :
   - Asynchronous cancellation :
     satu thread memberhentikan target thread seketika itu juga.

   - Deferred cancellation :
     target thread secara periodik dapat mengecek apakah ia harus berhenti,
     skenario ini memberi kesempatan kepada target thread untuk memberhentikan        dirinya sendiri.








Label:

Senin, 23 Desember 2013

KEJAHATAN KOMPUTER



Kejahatan Komputer adalah perbuatan melawan hukum yang dilakukan memakai komputer sebagai sarana/alat atau komputer sebagai objek, baik untuk memperoleh keuntungan ataupun tidak, dengan merugikan pihak lain. Kejahatan yang berhubungan erat dengan penggunaan teknologi yang berbasis utama komputer dan jaringan telekomunikasi ini dalam beberapa literatur dan prakteknya dikelompokkan dalam beberapa bentuk, antara lain:
1.  Illegal Access / Akses Tanpa Ijin ke Sistem Komputer
Dengan sengaja dan tanpa hak melakukan akses secara tidak sah terhadap seluruh atau sebagian sistem         komputer, dengan maksud untuk mendapatkan data komputer atau maksud-maksud tidak baik lainnya, atau berkaitan dengan sistem komputer yang dihubungkan dengan sistem komputer lain. Hacking merupakan salah satu dari jenis kejahatan ini yang sangat sering terjadi.
2.  Illegal Contents /  Konten  Tidak  Sah
Merupakan kejahatan dengan memasukkan data atau informasi ke internet tentang sesuatu hal yang tidak benar, tidak etis, dan dapat dianggap melanggar hukum atau mengganggu ketertiban umum.
3.  Data Forgery / Pemalsuan Data
Merupakan kejahatan dengan memalsukan data pada dokumen-dokumen penting yang tersimpan sebagai scriptless document melalui internet. Kejahatan ini biasanya ditujukan pada dokumen-dokumen e-commerce dengan membuat seolah-olah terjadi salah ketik yang pada akhirnya akan menguntungkan pelaku.
4.  Spionase Cyber / Mata-mata
Merupakan kejahatan yang memanfaatkan jaringan internet untuk melakukan kegiatan mata-mata terhadap pihak lain, dengan memasuki sistem jaringan komputer (computer network system) pihak sasaran. Kejahatan ini biasanya ditujukan terhadap saingan bisnis yang dokumen ataupun data-data pentingnya tersimpan dalam suatu sistem yang computerized.
5.  Data Theft /Mencuri Data
Kegiatan memperoleh data komputer secara tidak sah, baik untuk digunakan sendiri ataupun untuk diberikan kepada orang lain. Identity theft merupakan salah satu dari jenis kejahatan ini yang sering diikuti dengan kejahatan penipuan (fraud). Kejahatan ini juga sering diikuti dengan kejahatan data leakage.
6.  Misuse of devices / Menyalahgunakan Peralatan Komputer
Dengan sengaja dan tanpa hak, memproduksi, menjual, berusaha memperoleh untuk digunakan, diimpor, diedarkan atau cara lain untuk kepentingan itu, peralatan, termasuk program komputer, password komputer, kode akses, atau data semacam itu, sehingga seluruh atau sebagian sistem komputer dapat diakses dengan tujuan digunakan untuk melakukan akses tidak sah, intersepsi tidak sah, mengganggu data atau sistem komputer, atau melakukan perbuatan-perbuatan melawan hukum lain.

Faktor- faktor Penyebab Kejahatan Komputer :
Beberapa faktor yang menyebabkan kejahatan komputer makin marak dilakukan antaralain adalah:
  • Akses internet yang tidak terbatas. 
  • Kelalaian pengguna komputer. Hal ini merupakan salah satu penyebab utama kejahatan komputer
  • Mudah dilakukan dengan resiko keamanan yang kecil dan tidak diperlukan peralatan yang super modern. Walaupun kejahatan komputer mudah untuk dilakukan tetapi akan sangat sulit untuk melacaknya, sehingga ini mendorong para pelaku kejahatan untuk terus melakukan hal ini.
  • Para pelaku merupakan orang yang pada umumnya cerdas, mempunyai rasa ingin tahu yang besar, dan fanatik akan teknologi komputer. Pengetahuan pelaku kejahatan computer tentang cara kerja sebuah computer jauh diatas operator komputer.
  • Sistem keamanan jaringan yang lemah.
  • Kurangnya perhatian masyarakat. Masyarakat dan penegak hukum saat ini masih memberi perhatian yang sangat besar terhadap kejahatan konvesional. Pada kenyataannya para pelaku kejahatan komputer masih terus melakukan aksi kejahatannya.
  • Belum adanya undang-undang atau hukum yang mengatur tentang kejahatan komputer.
Beberapa Jenis Penipuan :
  1. Phising (mencuri data pribadi Anda) lewat telepon.
  2. Phising lewat email.
  3. Anda diminta men-download suatu ‘security software atau software menarik lainnya’ yang terkadang grattis tetapi sebetulnya merupakan virus.
  4. Terkadang dalam email bank tipuan, Anda diminta mengisi survey atau mengklik link ke undian yang menarik.
  5. Jika Anda menerima telepon atau email dari bank yang sebetulnya bukan bank Anda atau bukan penerbit kartu kredit Anda, kemungkinan besar Anda akan ditipu.
  6. Tawaran pinjaman kredit dalam jumlah besar dengan bunga rendah
Video Modus Kejahatan Kartu Kredit Kian Beragam [28 Maret 2013] :
          Contoh Kasus : Cyber Fraud
Jakarta – Polisi menangkap seorang warga negara Indonesia yang melakukan penipuan belanja online dengan menggunakan kartu kredit yang dimiliki orang lain (cyber fraud).
Penangkapan dilakukan terhadap seorang yang bernama NWR alias Haryo Brahmiarso atas laporan FBI yang menyebutkan adanya penipuan terhadap seorang warga negara Amerika berinisial JJ.
“Transaksi pembelian peralatan elektronik melalui online,” kata Karopenmas Polri Brigjen Pol Boy Rafli Amar, di Jakarta, Kamis (11/10/2012).
Boy menjelaskan rinci, transaksi dilakukan tersangka di sebuah situs yang menjajakan barang-barang elektronik seperti amplifier. Tersangka selanjutnya menghubungi pemilik barang melalui email untuk membeli barang yang diiklankan di situs tersebut.
“Keduanya lalu sepakat untuk melakukan transaksi jual beli online. Pembayaran sepakat dengan cara trasfer menggunakan kartu kredit,” jelas Boy.
Selanjutnya, pelaku mengirimkan bukti pembayaran kepada korbanya untuk kemudian korban mengirimkan barang yang dipesan tersangka ke Indonesia.
Namun, saat korban hendak melakukan klaim pembayaran di City Bank Amerika, pihak City Bank rupanya tidak menerima klaim tersebut.
“Karena nomor kartu kredit yang digunakan tersangka bukan milik tersangka NWR. Korban merasa tertipu dan dirugikan oleh tersangka,” jelas Boy.
Polisi menyita barang bukti berupa laptop, PC, KTP, NPWP, dan beberapa kartu kredit, dan rekening salah satu bank.
Polisi menjerat NWR dengan pasal 378 KUHP atau pasal 45 ayat 2 jo pasal 28 UU ITE. Penyidik juga menjerat tersangka dengan pasal 3 UU No 8/2010 tentang Pencucian Uang. (ahy/ndr)

Berikut Undang-Undang ITE yang bersangkutan dengan contoh kasus diatas:
a. Perbuatan yang dilarang
Pasal 28
(1)      Setiap orang dengan sengaja dan tanpa hak menyebarkan berita bohong dan menyesatkan yang mengakibatkan kerugian konsumen dalam Transaksi Elektronik.
(2)      Setiap orang dengan sengaja dan tanpa hak menyebarkan informasi yang ditujukan untuk menimbulkan rasa kebencian atau permusuhan individu dan/atau kelompok masyarakat tertentu berdasarkan atas suku, agama, ras, dan antargolongan (SARA).
b. Ketentuan pidana
Pasal 45
(2)  Setiap orang yang memenuhi unsur sebagaimana dimaksud dalam Pasal 28 ayat (1) atau ayat (2) dipidana dengan pidana penjara paling lama 6 (enam) tahun dan/atau denda paling banyak Rp1.000.000.000.00 (satu miliar rupiah).
Undang – undang ITE

Label: ,